Widget edited by super-bee

Goresan Cah Melayu

Jumat, 30 November 2012

Komplek Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Pekanbaru

Pengurus berdiri di depan pintu utama panti

INGAT peristiwa kebakaran di areal pasar Cik Puan, Jl Tuanku Tambusai-dulu Jalan Nangka-sekitar lima tahun lalu. Tepatnya 15 Mei 2007 silam. Kebakaran hebat itu ikut meluluhlantakkan komplek Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Pekanbaru, yang lokasinya bersebelahan.

Akibat kebakaran itu, sekitar 32 orang warga panti kala itu terpaksa diungsi. Bahkan tak kurang dari satu bulan lebih mereka harus menghabiskan waktunya di tempat ungsian baru. 

Terus bagaimana kondisi bangunan itu sekarang setelah lima tahun berlalu. Terlihat terbagai pembenahan kini terus digesa. Kendati saat kejadian kebakaran, semua bangunan nyaris rata dengan tanah.

Seorang pengurusnya, Sepri Azis, menceritakan, saat kejadian kala itu, kebakaran tak bisa terelakkan. Sebab arah tiupan angin yang terus mengarah ke bangunan panti.

Alhasil Ruang Tempat Tidur Anak, Ruang Pengasuh, Kantor Sekretariat, dan Mushola semuanya ludes. Tersisa hanyalah Ruang Makan, kendati kondisi bangunannya sudah tak utuh lagi.

"Setelah sebulan (diungsi), kami kembali pindah untuk tinggal di bangunan ruang makan yang sudah dibetulkan atapnya kala itu," ungkap Sepri dalam sebuah perbincangan di sekretariat panti, Jl Kesuma, No 14.

Setahun kemudian, aktivitas panti kembali normal, menyusul gedung yang sempat ludes kembali dibangun. "Semua pembangunan berkat bantuan dari pemerintah dan sumbangan masyarakat yang peduli terhadap kondisi anak asuh," katanya mengenang.

Saat ini, tinggal beberapa bangunan saja yang belum terselesaikan. Seperti Ruang Makan yang masih dalam pemugaran. Ia berharap, agar ada fasilitas baru yang ada di panti asuhan demi mendukung kegiatan anak asuh.

"Rencananya, kami ingin membangun laboratorum pelatihan komputer. Sebab kami butuh fasilitas tersebut. Kemudian membangun ruang makan dan meja, serta ruangan keterampilan," katanya.

Saat ini, aktivitas panti asuhan Muhammadiyah sudah kembali berjalan normal. Jumlah anak asuh terdapat sekitar 32 orang dengan ragam tingkat pendidikan. (*)

* Data dikutip dari harian Tribun Pekanbaru
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

TERIMA KASIH KOMENTARNYA, SEMOGA BERMANFAAT

Keliling Riau Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger