Widget edited by super-bee

Goresan Cah Melayu

Minggu, 03 Maret 2013

Taman Marga Satwa Kasang Kulim

Sekarang saya mau nulis soal Taman Marga Satwa Kasang Kulim. Kebetulan Minggu (3/3/13) lalu, saya bersama isteri, Nengsih dan kedua putri, Natasa Putri Kasri dan Keysha Putri Kasri, berkesempatan mengisi waktu liburan ke sini.

Taman Marga Satwa Kasang Kulim masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Tapi lokasinya masih di sekitaran perbatasan dengan Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru.

Jika kita keluar dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, kita berbelok ke arah kanan menyusuri Jalan Kaharuddin Nst. Ikuti saja terus jalur jalan ini sampai di perbatasan Kampar-Pekanbaru.

Di ujung Jalan Kaharuddin Nst, bertemu dengan Jalan Kubang Raya dan terus ikuti. Di pertengahan ada pertigaan simpang Kubang Raya-Soerkarno Hatta, yang bersebelahan dengan Markas Bataliyon Arhanud 13 Kubang Raya.

Pada pertigaan simpang ini, terus saja lurus masih menyusuri Jalan Kubang Raya sampai nanti bertemu lagi pertigaan simpang menuju Kampus SMU Plus Provinsi Riau. Di sini kita belok kearah kanan menuju Kampus SMU Plus Provinsi Riau.

Kemudian jelang sampai ke kampus SMU Plus Provinsi Riau, nanti bertemu dengan Jl H Usman pada sisi kanan jalan. Dari jalan ini, sudah terlihat kampus SMU Plus Provinsi Riau yang megah, tapi belum sampai di pintu gerbang utamanya.

Selanjutnya masuk sikit menyisiri Jalan H Usman, dan ketemu deh Taman Marga Satwa Kasang Kulim. Mungkin menghabiskan waktu sekitar lima menit perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II tadi sampai ke lokasi ini.

Sesampai di sini pada pintu gerbang utama, langsung disambut dengan tulisan 'SELAMAT DATANG DI TAMAN MARGA SATWA KASANG KULIM KABUPATEN KAMPAR'. Sebelum masuk, harus beli tiket dulu yang terdapat di loket sebelah kanan pintu gerbang.

Pintu Gerbang Taman Marga Satwa Kasang Kulim
Untuk orang dewasa perlembar tiket dikenakan Rp 18 ribu dan untuk anak-anak Rp 10 Ribu. Saya waktu itu harus merogoh kocek Rp 56 ribu, untuk saya, istri dan dua orang putri. Jika pakai sepeda motor, tambah lagi Rp 5 ribu, untuk ongkos parkir.

Loket tempat pembelian tiket
Wah, lumayan cukup luas areal Taman Marga Satwa Kasang Kulim. Begitu masuk, langsung disuguhkan dengan penampilan live musik orgen tunggal dari panggung hiburan yang terdapat di areal taman.

Panggung hiburan live musik orgen tunggal
Sementara untuk melihat berbagai jenis hewan, kita langsung saja berjalan melintasi sisi belakang panggung musik. Dari kejauhan sudah terlihat sejumlah sangkar tempat hewan-hewan tersebut berteduh. Pengunjung yang berdatangan juga relatif ramai.

Lumayanlah untuk mengisi waktu libur bersama keluarga. Di antara hewan yang kami lihat sebagai berikut:
Elang Bondol
Kalong

Kucing Hutan

Ular Sanca
 
Orangutan Sumatera
Natasa berpose dengan latar Siamang
Pelikan
Elang Brontok Hitam
Beruang Madu
Rusa Baweaan
Iguana

Kami juga sempat ke kolam Kuda Nil, tapi hewan satu ini tidak muncul-muncul ke permukaan kolam. Kelihatan hanya bagian punggungnya.

Kami juga sempat ke sangkar Buaya dan Singa. Kedua hewan ini juga tidak muncul. Kata penjaganya, Buaya dan Singa baru keluar sore, jika cuaca sudah teduh. Walah.

Oh ya satu lagi, di sini juga ada gajah yang bisa ditunggangi. Dari dua ekor gajah yang dimiliki, kemarin hanya seekor yang dilepas. Sekali naik sekitar lima menit, dipungut bayaran perorang Rp 10 ribu.

Gajah
Masukan

Secara umum Taman Marga Satwa Kasang Kulim yang dibuka sejak 1993 lalu ini cukup menghibur dan bisa menjadi sarana edukasi bagi para pengunjung, yang ingin melihat secara langsung berbagai jenis hewan nusantara.

Tapi kedepan tentu perlu berbagai pembenahan, agar bisa tetap eksis. Areal seluas sekitar 17 hektare ini kelihatanya cukup gersang. Pohon-pohon rindang relatif masih minim.

Suasana taman yang butuh penghijauan lebih subur
Suasana taman yang butuh penghijauan lebih subur dan fasilitas lintasan pejalan kaki yang masih tanah
Begitu juga sangkar tempat hewan-hewan berteduh sudah banyak usang dan sepertinya sudah waktunya pembugaran. Ada juga sangkar-sangkar yang tidak dilengkapi papan nama jenis hewan yang menghuninya. Jadi pengunjung tidak tahu jenis hewan apa ini.

Sangkar yang terlihat sudah usang dan butuh pembugaran
Tak ada nama

Kemudian jalan-jalan yang menghubungkan dari sangkar ke sangkar masih jalan tanah dan sebagian ada yang becek. Untuk kenyamanan pengunjung, sebaiknya dibuat jalur pejalan kaki aspal atau jenis semen lainnya.
Pengunjung berjalan kaki dari sangkar ke sangkar hewan
Fasilitas penunjang lainnya juga perlu mendapat perhatian serius, seperti toilet dan mushala. Kelihatannya fasilitas toilet kurang terawat, padahal setiap pengunjung yang ingin 'berkepentingan' harus membayar seribu dan jika ingin sholat, dipungut Rp 2.000.

Mushala
Tempat Wudhu
Di sini juga ada areal bermain anak-anak, kolom renang dan kolam pancing. Tapi ketiganya juga butuh perhatian serius sebagai sarana penunjang untuk menarik minat pengunjung.

Kolam renang
Salah satu fasilitas bermain yang kurang terawat

Fasilitas bermain anak-anak
Kolam Pancing
Terlepas dari kondisi ini, saya optimis, Taman Marga Satwa Kasang Kulim berpotensi menjadi objek wisata unggulan yang bisa menyedot pengunjung lebih banyak. Sebab Taman Marga Satwa Kasang Kulim adalah satu-satunya kebun binatang yang ada di Riau.

Untuk itu butuh perhatian serius pengelola dengan fasilitasi yang mumpuni. Sehingga pengunjung yang datang betul-betul terasa nyaman dan ingin kembali berkunjung pada kesempatan yang berbeda.

Ada sekitar empat jam kami di sini. Setelah puas melihat-lihat, bahkan kedua putri saya sempat menunggangi gajah dan berenang di kolam renang, sekitar pukul 14.00 WIB, kami pun beranjak pulang.

Terima kasih dan selamat tinggal Taman Marga Satwa Kasang Kulim. Insya Allah kami akan datang lagi pada lain kesempatan. Tapi jangan lupa, masukan di atas patut menjadi perhatian serius. Hehehehe. (*)

TAG:
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kasang Kulim, Kampar, Pekanbaru, Riau, Marga Satwa

MORE:
1. Foto-foto Pemimpin Riau di Museum Sang Nila Utama
2. Mampir di Taman Tugu Pahlawan Kerja Pekanbaru

3. Menumpang LRT Kelana Jaya, Serasa Dalam Lift
4. Ngejus di Food Court Mall Pekanbaru

Comments
7 Comments

7 komentar:

  1. harga tiketnya lebih mahal harga tiket kebun binatang ragunan.
    apa mungkin karena hewan disana lebih terlindungi kali ya bang
    hehehe

    btw, itu musholla kecil amat -.-

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyindir nh ye....penilaian kasar, kasang kulim mesti banyak berbenah lagi, termasuk untuk fasilitas pendukung...

      Hapus
  2. Saya dulu waktu d pku pernah ke sini. Tapi hati2. Di smpang dekat rumah makan kubang raya itu dulu bnyak premanisme nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pernah jadi korban premanisme di situ yg bg..??? kacau tu!!!

      Hapus

TERIMA KASIH KOMENTARNYA, SEMOGA BERMANFAAT

Keliling Riau Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger