Widget edited by super-bee

Goresan Cah Melayu

Minggu, 24 Maret 2013

Lari-lari Sore di Komplek Stadion Utama Riau

Mau nulis tentang Stadion Utama Provinsi Riau ah. Sabtu (23/3) lalu saya sempat berolahraga sore di sini. Lari-lari kecil mengitari stadion yang menjadi pusat pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 lalu.
 
Tapi sayang, saya tak bisa tembus masuk ke dalam stadion. Sebab dalam keadaan terkunci. Foto-foto di atas hanya dokumentasi yang berhasil saya kutip dari arsip mbah google.

Stadion ini bisa disebut masih berada di tengah kota. Lokasinya tak jauh dari kampus Universitas Riau (UR) atau kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska). Dari terminal AKAP Banda Raya Payung Sekaki juga tak jauh. Hanya dalam hitungan detik sudah bisa menjangkaunya.

Kalau dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II juga relatif dekat. Begitu keluar dari bandara, terus menyusuri Jalan Sudirman. Kemudian masuk Jl Arifin Achmad di sisi kiri jalan sampai mentok bertemu Jalan Soekarno-Hatta.

Di sini kembali belok ke sisi kiri jalan sampai bertemu simpang pasar pagi Arengka. Pada persimpangan ini, kita belok arah kanan menyusuri Jl HR Soebrantas dan terus ke atas sampai bertemu pertigaan simpang lampu merah pertama. Di simpang ini belok lagi ke sisi kanan masuk Jl Arengka II.

Tak jauh menyusuri Jl Arengka II nanti terlihat gerbang jalan dua jalur ukuran besar menuju stadion di sisi kiri jalan. Sampai deh ke stadion kebanggaan masyarakat Riau ini.
Pintu Gerbang Menuju Stadion Utama Riau
Dari kejauhan sudah terlihat bangunan stadion yang megah. Kalau saya menilainya seperti sebuah benda aneh yang baru jatuh dari langit. Bulat dan terletak di atas hamparan lahan seluas 66,4 ha nan gersang. Tak ada pepohonan rindang menemani kokohnya stadion. Hehehe...
Stadion ini mulai dibangun pada 2009 lalu dengan menyedot anggaran sekitar Rp 1 triliun lebih, dengan kapasitas tempat duduk sekitar 43.923 kursi. Semua fasilitasnya katagori A. Mulai dari tipe stadion, tribun, tempat duduk, rumput, drainase, penerangan dan papan skor. Stadion ini juga termasuk 10 stadion terbesar di Indonesia.

Bahkan masuk nominasi stadion terbaik di dunia. Ia bersaing dengan Stadion di Azarbaijan, Arena do Gremio (Brasil) dan BBVA Compass Stadium (Amerika Serikat). Kemudian Bunyodkor Stadioni (Usbekistan), Friends Arena (Swedia), Grand Stade Lille-Metropole (Perancis), Sparda Bank Hessen Stadion (Jerman) dan lain-lain. Hebat...!!!

Tapi sayang, hingga saya menulis artikel ini, Main Stadion Riau masih menyisakan banyak masalah. Penggunaan stadion belum diserahterimakan kepada Pemerintah Provinsi Riau. Sebab pembayarannya tak kunjung bisa dilunasi kepada kontraktor pembangunan.

Pembangunan stadion ini juga menyeret sejumlah anggota legislatif di DPRD Provinsi Riau menjadi pesakitan. Masing-masing Faisal Aswan (Fraksi Golkar), M Dunir (Fraksi PKB) dan  Taufan Andoso Yakin (Fraksi PAN).

Kemudian Adrian Ali (Fraksi PAN), Abu Bakar Siddiq (Fraksi Partai Golkar), Tengku Muhazza (Fraksi Partai Demokrat), Zulfan Heri (Fraksi Partai Golkar), Syarif Hidayat, Muhamad Rum Zein (Fraksi PPP), dan Turaoechman Asy'ari (fraksi PDI-P)

Sementara kalangan eksekutif terdapat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, Lukman Abbas, dan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga pada Dispora Riau, Eka Dharma.

Kemudian ikut terseret juga kalangan swasta, pegawai PT Pembangunan Perumahan (PP) Rahmat Syaputra. Gubernur Riau, HM Rusli Zainal juga ikut terseret dan kini statusnya sudah tersangka. Hingga kini KPK juga masih terus bekerja membidik tersangka lainnya, termasuk para politis di senayan. Hajar bleh...

Semua mereka dijerat kasus gratifikasi atau penyuapan. Sungguh mengenaskan. Makanya pasca PON lalu, stadion ini tak pernah lagi difungsikan. Bahkan laga kandang PSPS Pekanbaru di ajang ISL tak pernah dihelat di sini.

Tapi apakah stadion ini menjadi sepi? Oh tidak. Waktu saya ke sini lari-lari sore, banyak warga juga melakukan hal serupa memfaatkan luasnya lahan parkir stadion.
Salah satu sudut lahan parkir Stadion Utama Riau
Berbagai aktivitas sore banyak ditemukan di sini. Selain sekedar lari-lari kecil, ada juga warga bermain bola, bermain sepatu roda, atraksi sepeda motor dan lain-lain. Bahkan orang jualan juga banyak, termasuk jualan jasa untuk mainan anak-anak. Praktis geliat masyarakat cukup terasa di sini.
Minum Sop Durian tak jauh dari Stadion Utama Riau
Arena bermain anak-anak dengan latar Stadion Utama Riau

Arena bermain anak-anak
Salah satu sudut taman Stadion Utama Riau menjadi arena bermain anak-anak
Bermain sepatu roda

Bermain sepatu roda
Sela-sela lari sore, berpose dulu ah...

Lari sore di komplek Stadion Utama Riau

Atraksi sepeda motor 'anak-anak motor'
Sambil lari-lari sore, saya juga memperhatikan berbagai sudut stadion dan mengabadikannya lewat kamera saku yang saya tenteng.

Kesannya memang seperti tidak terawat. Rumput-rumput mulai menjalar dan merangsek naik lewat pagar-pagar gedung. Rumput lampangan stadion terlihat dari kejauhan juga sudah meninggi.

Tanaman pepohonan juga banyak yang mati. Kemudian drainase di sekitaran parkir juga banyak yang runtuh dan beberapa sarana lainnya tidak mendapatkan perawatan dengan baik. Kalau seperti ini terus berlarut, aduh, apa jadinya nanti.
Tanaman pohon mati
Stadion megah ini juga disebut-sebut akan dijadikan acara pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) III, sebuah event olahraga yang melibatkan negara-negara islam dari semua penjuru dunia pada Juni 2013 mendatang. Semoga saja semuanya berjalan lancar, amin. (*)

More...
1. Nonton Pertunjukan Jaran Kepang di Halaman Tribun Pekanbaru
2. Taman Marga Satwa Kasang Kulim  
6. Mall SKA Pekanbaru

Comments
9 Comments

9 komentar:

  1. di sekitarnya nampak luas dan ramai.
    tapi ada juga tuh yang sepiu melompong.
    someday mampir ke jakarta bang, bisa sekalian lari-lari sore di sekitar GBK senayan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. foto yg kelihatan sepi, itu jepretannya masih rada siang hlga....makin sore, baru makin rame...oh ya, pengen kali mau lari-lari sore di GBK, tapi begitu sampai ke Jkt, slalu saja g sempat...kapan waktu nanti disempatin deh..:)

      Hapus
    2. kalau hanya di areal perkarangan, g bayar, tapi kalau masuk ke dalam, belum pernah dibuka untuk umum....sebab masih menyisakan banyak persoalan...

      Hapus
  2. Wahh,, dah lama rasanya gak kesini. gimana kabar didalamnya bang? rumputnya masih terawatkah..? katanya disana jadi tempat mojok buat pacaran ya bg?

    BalasHapus
  3. "Prihatin jg ngliat nasib Stadion kebanggaan Bumi Bertuah ini...
    Semoga Pemda setempat cepat mengambil langkah yg tepat untuk menyelamatkan stadion tercinta kita ini...
    amien.

    BalasHapus
  4. Jangan lupa makan mie ayam "mas bagonk"

    BalasHapus

TERIMA KASIH KOMENTARNYA, SEMOGA BERMANFAAT

Keliling Riau Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger