Widget edited by super-bee

Goresan Cah Melayu

Minggu, 14 Mei 2017

Objek Wisata Candi Muara Takus

komplek candi muara takus XIII koto kampar

SABTU, 13 Mei 2017 lalu berkesempatan mampir ke objek wisata Candi Muara Takus Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Jarak dari Pekanbaru, sekitar 128 Km ke arah Kota Bukittinggi, tapi perjalanan kita hanya sampai di Muara Mahat. Kemudian dari Muara Mahat langsung tembak ke Desa Muara Takus.

Ketika melintasi jalan menuju Muara Takus, beberapa ruas jalan dalam proses pembangunan dan beberapa ruas lainnya tidak begitu rata, karena aspalnya sudah berlobang-lobang.

salah satu ruas jalan menuju Candi Muara Takus
Praktis mobil sedan yang saya kendarai tidak bisa melaju kencang. Namun demikian, tidak semuanya rusak, ada juga ruas jalan yang sudah aspal licin.

Sekitar pukul 13.30 WIB, saya sudah sampai di komplek Candi Muara Takus ini, dan panas sedang terik-teriknya. Di sekitar komplek, terdapat sejumlah pondok jualan masyarakat. Selain berjualan berbagai jenis jajanan dan minuman, juga terdapat pedagang pakaian oleh-oleh bersablon Candi Muara Takus, dengan harga puluhan ribu.

pedagang baju oleh-olah sekitar candi muara takus
Oh ya, masuk ke areal ini tidak gratis. Di pintu gerbang sudah menunggu petugas tiket. Untuk satu orang dikenakan biaya masuk Rp 4 ribu, dan parkir roda empat Rp 5 ribu.

gerbang pintu masuk candi muara takus

Selama saya disitu sekitar dua jaman, tidak begitu ramai pengunjung yang datang, hanya satu-satu, padahal akhir pekan. 

Untuk diketahui, Candi Muara Takus adalah satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Pemerintah sudah menetapkannya sebagi cagar budaya.Candi Muara Takus merupakan candi Buddha,  yang terlihat dari adanya stupa, yang merupakan lambang Buddha Gautama. Arsitekturnya juga punya kemiripan dengan arsitektur candi-candi di Myanmar.

Di dalam komplek candi ini, terdapat beberapa bangunan. Bangunan utama disebut Candi Tuo. Candi Tuo dibangun dari campuran batu bata yang dicetak dan batu pasir.

salah satu sudut candi



Bangunan kedua dinamakan Candi Mahligai. Bangunan ini berbentuk bujur sangkar. Kemudian bangunan ketiga disebut Candi Palangka dan bangunan keempat dinamakan Candi Bungsu.

Secara umum komplek candi cukup terawat. Selain dipagar keliling, kepanjangan rumput juga ditata dengan baik. Praktis sangat terasa kesan terawatnya dan menarik juga untuk dijadikan latar objek berpose.

Bagi yang belum pernah sampai ke sini, menarik untuk datang. Minimal bisa melihat bukti sejarah bahwa agama Budha pernah berkembang di daerah ini dan sampai sekarang bukti sejarahnya masih berdiri kokoh di tengah-tengah masyarakat mayoritas muslim, salam. (*)

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH KOMENTARNYA, SEMOGA BERMANFAAT

Keliling Riau Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger