Widget edited by super-bee

Goresan Cah Melayu

Rabu, 23 Januari 2013

Salat Zuhur di Masjid DPRD Riau

Masjid Darul Abrar terlihat dari luar

Jemaah tengah mengambil wudhu dengan latar gedung DPRD Riau

Jemaah tengah salat

Suasana dalam masjid Darul Abrar

Sekwan DPRD Riau, Zulkarnain Kadir tengah diwawancara

SUDAH lama tak singgah di gedung wakil rakyat, DPRD Provinsi Riau. Tadi siang, Rabu (23/1), saya sempat singgah sejenak.

Dulu, sekitar tiga tahun lalu, hampir saban hari saya ke sini. Sebab saya mendapat tugas liputan jurnalistik di desk politik. Praktis, untuk mudah bertemu dengan para politisi, saya sering mangkal di gedung ini.

Para ketua partai dan petinggi partai lainnya, memang banyak yang menjadi anggota dewan. Alhasil mereka lebih mudah ditemukan di gedung dewan, dari pada di kantor partai masing-masing.

Beberapa jurnalis masih ada yang saya kenal dan kebanyakan anak baru. Kami pun sempat berbincang-bincang sejenak. Beberapa saat kemudian, saya pamitan ke masjid yang terdapat di komplek gedung, menyusul azan zuhur sudah berkumandang. Nama masjidnya Darul Abrar.

Masjid di sini cukup unik dan minimalis. Sebab tidak ada dinding pembatas antara ruang luar dengan ruang dalam. Gedung dibiarkan blong begitu saja. Alhasil angin bisa bebas keluar masuk sehingga jemaah yang tengah beribadah relatif nyaman dan adem.

Jemaah di masjid ini juga terlihat ramai, terlebih lagi saat salat Jumat. Sebab jemaah yang beribadah, tidak harus pegawai di lingkungan dewan, tapi juga terbuka untuk masyarakat umum. Alhasil setiap waktu salat, jemaahnya selalu ramai, termasuk solat zuhur tadi.

Usai menunaikan salat zuhur dan sebelum meninggalkan gedung dewan, sempat pula bertemu sejenak dengan Sekretaris Dewan, Zulkarnain Kadir di ruang kerjanya. Saya lihat ia tengah di wawancara sejumlah wartawan media cetak, online dan televisi lokal.

Bang Zul, begitu kami biasa menyapanya, memang dikenal cukup dekat dengan kalangan pers. Sebab beliau lama menjabat Karo Humas di Kantor Gubernur Riau. Bahkan begitu menjabat sekwan, ia masih sangat dekat dengan kalangan pers.

Dekat dalam artian, untuk menembus beliau demi kepentingan wawancara relatif mudah, karena saluran informasi selalu terbuka lebar. (Mungkin) berbeda dengan pejabat eselon II lainnya, yang relatif tertutup.

Belakangan sedang ramai-ramainya pemberitaan soal kasus dugaan korupsi yang melibatkan anggota DPRD Riau, terkait dana Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sempat berlangsung di Riau pada 2012 lalu. Bahkan sepuluh anggota dewannya sudah ditahan KPK.

Kemarin sejumlah wartawan juga turut menanyakan soal perkembangan kasus korupsi tersebut. Di antara subtansi materi yang ditanyakan soal gaji dan tunjangan para wakil rakyat yang sudah ditahan. Apakah masih terima atau sudah distop.

Menurut Bang Zul, ada beberapa item penerimaan yang masih diterima, seperti gaji pokok dan tunjangan rumah, termasuk mobil dinas dan lainnya. Sebab secara hukum mereka masih tercatat sebagai wakil rakyat. "Hak-hak seperti itu masih dibayar. Sebab belum PAW," katanya.

Saat proses wawancara berlangsung, saya hanya mendengar saja, tapi secara subtansi materi saya paham apa yang sedang diperbincangkan, termasuk soal proses PAW dari Partai Demokrat, yang akan di isi Toni Hidayat, yang berasal dari pers. Kemudian, setelah ngobrol-ngobrol sejenak, saya pun pamitan. (*)






Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

TERIMA KASIH KOMENTARNYA, SEMOGA BERMANFAAT

Keliling Riau Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger