![]() |
tongkang diarak di tengah lautan manusia (bagansiapiapi.net) |
Bakar Tongkang adalah ritual tahunan masyarakat komunitas Tionghoa di Bagansiapiapi yang telah terkenal di mancanegara, bahkan sudah masuk dalam kalender visit Indonesia.
Setiap tahunnya ritual ini mampu menyedot ribuan wisatawan manca negara, sebut saja Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga Tiongkok Daratan. Upaya promosi juga terus dilakukan oleh pemerintah setempat.
Makna dari pembakaran kapal atau tongkang ini adalah upacara peringatan atas dewa laut Ki Ong Yan dan Tai Su Ong yang merupakan sumber dua sisi, antara baik dan buruk, suka dan duka, serta rejeki dan malapetaka.
Dari kepercayaan etnis Tionghoa Bagansiapiapi, dewa telah membawa para lelulur mereka dengan selamat hingga sampai dan menetap di tanah Bagansiapiapi, setelah terjadinya perang saudara di Tiongkok beberapa ratus tahun silam.
![]() |
salah satu prosesi bakar tongkang (bagansiapiapi.net) |
![]() |
salah satu prosesi bakar tongkang (bagansiapiapi.net) |
Setiap helatan Bakar Tongkang, biasanya Kota Bagansiapiapi menjadi lautan manusia. Bahkah jauh hari sebelumnya, semua penginapan sudah full booking. Bahkan berdampak kepada sejumlah hotel dan penginapan di daerah tetangga, Kota Dumai.
Dumai-Bagansiapiapi relatif dekat. Paling menempuh perjalanan sekitar 3-4 jam. Bahkan bisa lebih cepat, jika kondisi jalannya mulus.
Praktis bagi wisatawan yang tak lagi kebagian penginapan di Bagansiapiapi, memilih mencari alternatif di Kota Dumai. Bahkan tidak sedikit pula langsung dari Kota Pekanbaru, yang berjarak sekitar 135 km. Atau menempuh perjalanan sekitar 5-6 jam.
Begitulah antusiasnya orang-orang yang ingin menyaksikan ritual Bakar Tongkang. Mulai dari masyarakat tempatan sampai manca negara berbondong-bondong menuju Kota Bagansiapiapi.
Artinya, Ritual Bakar Tongkang tidak lagi sebatas kegiatan religi oleh komunitas masyarakat Tionghoa, tapi sudah menjelma menjadi event wisata dunia yang sangat menarik dan ditunggu-tunggu.
![]() |
acara puncak dengan membakar tongkang (kabarrohil.blogspot.com) |
Kondisi ini mengingatkan saya pada ritual Thaipusam di daerah Gombak, Negeri Selangor, Malaysia. Kebetulan saya berkesempatan menyaksikan prosesi ini Januari 2013 lalu.
Thaipusam adalah kegiatan religius bagi penganut Hindu dunia, termasuk di Malaysia, untuk menghormati Dewa Murugan atau yang dikenal sebagai Dewa Subramaniam.
Di Malaysia perayaannya berlangsung di Batu Caves, yang berjarak hanya 20-30 menit dari Kuala Lumpur. Ya relatif dekat, karena didukung jalan tol yang mulus atau bisa naik kareta api listrik yang cepat.
ribuan peserta thaipusam menyemut menuju perut goa batu caves |
Di antara rangkaian prosesinya, peserta berjalan tanpa alas kaki dengan menjilat-jilat api. Ada juga peserta yang badannya ditusuk dengan benda tajam, seperti kawat, mata pancing dan benda tajam lainnya.
![]() |
salah satu prosesi thaipusam seperti pada foto ini |
salah satu prosesi thaipusam seperti pada foto ini |
Tapi ada kesamaan dari dua kegiatan religi ini, yakni sama-sama dikemas menjadi event wisata yang sangat menarik. Thaipusam juga sudah mendunia. Selama tiga hari pelaksanaannya, sedikinya tersedot sekitar 2 juta wisatawan keluar masuk Malaysia. Sungguh jumlah yang sangat fantastik.
Tapi pemerintah negeri Selangor sangat siap menerima kunjungan jutaan wisatawan tersebut. Terbukti, hotel-hotel tersedia cukup dan sejumlah transportasi pendukung dibangun dengan sangat apik.
Ya itu tadi, untuk bisa sampai ke lokasi acara, ada jalan tol, kereta api cepat, fly over dan sarana pendukung lainnya. Praktis pengunjung sangat mudah untuk bisa menjangkau lokasi acara.
Bahkan di Malaysia, hari Thaipusam dijadikan cuti umum di beberapa negara bagian, seperti Selangor, Negeri Sembilan, Johor, Perak dan Pulau Pinang.
Terus bagaimana dengan prosesi Bakar Tongkang. Saya pikir punya potensi yang sama hebatnya dengan Thaipusam. Tinggal bagaimana pengemasannya menjadi lebih apik, sehingga wisatawan dunia juga punya kesan positif.
Kemudian butuh perhatian serius pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jalan dan penginapan yang cukup. Kalau bisa dibangun rel kareta api atau jalan tol menuju Bagansiapiapi, seperti yang ada di Selangor, wah bisa lebih dahsyat lagi.
Kalau itu bisa terwujud, saya yakin dan percaya, kegiatan Bakar Tongkang dari tahun ke tahun akan menyedot wisatawan manca negara yang terus membludak, termasuk dari Eropa.
Bahkan bisa berdampak positif untuk sektor lainnya di Bagansiapiapi dan sekitarnya. Tapi ini jelas butuh dukungan stakeholder yang lebih kuat, seperti pemerintah provinsi dan pusat.
Jika semua stakeholder punya pemikiran yang sama dan punya perhatian serius, saya pikir tak ada yang tidak mungkin. Bahkan bisa lebih dahsyat dari yang dimiliki Selangor dengan Thaipusamnya.
Tapi mungkin terlalu muluk jika berharap dibangunkan rel kareta api atau jalan tol tembus ke Bagansiapiapi, seperti yang terdapat di Selangor. Tapi minimal dibaguskan saja jalan yang sudah ada, dengan aspal kualitas bagus sudah cukup juga.
Tak ada lagi lobang, tak ada lagi jalan hancur dan dua jalur, wah, lumayan bagus juga tu. Minimal dari simpang Ujung Tanjung sampai ke Bagansiapiapi, sebagai pusat dilangsungkannya Bakar Tongkang. Semoga saja bisa terwujud, Amin. (*)
More...
1. Wisatawan Dunia Ikut Berdesak-desakan di Acara Thaipusam
2. Lari-lari Stadion Utama Riau
3. Taman Marga Satwa Kasang Kulim
4. Foto-foto Pemimpin Riau di Museum Sang Nila Utama
5. Mampir di Taman Tugu Pahlawan Kerja Pekanbaru
6. Ngejus di Food Court Mall Pekanbaru
7. Mall SKA Pekanbaru5. Mampir di Taman Tugu Pahlawan Kerja Pekanbaru
6. Ngejus di Food Court Mall Pekanbaru
cuma kalo pas pertama kali liat pasti bayangannya serem gitu ya bang
BalasHapusbau sesajen dimana-mana
hehehehe
yap...bau kemenyan menyeruak...klu tak biasa, kepala dibuat puyeng...
Hapusaaaaah pengen liat bakar tongkang
BalasHapusditunggu kehadirannya sekitar juni ini....selamat menyaksikan..:)
Hapus