SABTU (26/1/13), adalah hari kedua saya berada di Malaysia, bersama
19 finalis My Selangor Story 2013. Pagi-pagi sekali saya sudah
terbangun. Saya lihat, Citra Rahman, teman se-kamar saya di Premiere
Hotel, sudah terlihat kemas-kemas.
"Bangun Bang," ujar Citra menyapa saya, begitu melihat saya usap-usap
mata pertanda sudah terbangun. Citra adalah blogger dari Banda Aceh,
yang menjadi patner kamar saya selama rangkaian event My Selangor Story
2013 di Malaysia.
Begitu mendapat sapaan Citra, saya pun langsung bergegas menyusul untuk kemas-kemas. Tentunya mandi dulu dengan air hangat hotel bintang empat ini. Sebab pukul 08.00 waktu Malaysia, kami sudah harus chek-out melanjutkan jalan-jalan Kota Klang, yang kental nilai-nilai sejarah.
Untuk itu, pukul 07.00, kami sudah harus sarapan bersama rombongan lainnya di lantai dasar hotel. Begitu turun dan melihat menu sarapan, wow sungguh lezat. Beragam makanan tersedia dengan tertata rapi. "Ini special untuk kita," ujar seorang teman.
Saya sempat bolak balik melihat deretan menu-menu yang cukup mengundang selera. "Mau menyantap yang mana ya," guman saya dalam hati. Bingung sih, mau mencicip menu yang mana satu. Semuanya menggoda.
Akhirnya saya ambil satu menu yang memang belum pernah saya cicipi di Indonesia, sorry, saya lupa namanya. Tapi sungguh enak. Bahkan saya sempat nambah. Hehehehe, malu-maluin.
Hotel yang beralamat di Bandar Bukit Tinggi 1/KS6, Jalan Langat 41200 Klang ini memang terkenal dengan kelezatan menu makanannya. Sebab mereka menyajikan masakan mulai dari Cina, Jepang, lokal dan internasional.
Saya yang baru kali pertama mengijak kaki di Malaysia, juga merasakan masakan yang disajikan cocok dengan lidah saya. Teman-teman saya lainnya juga tak ada terdengar komplain. Semuanya bilang 'maknyus' (lezat).
Singkat cerita, tepat pukul 08.00, kami sudah chek-out. Namun sebelum
meninggalkan hotel, tak lupa kami foto-foto dulu. Asyik, untuk
kenang-kenangan. Tapi kasiannya Bang Safri yang menjadi pemandu kami. Ia harus memotret
kami sedikitnya untuk 20 kali jepretan atau sebanyak kamera peserta My
Selangor Story. Jepret satu kamera, ganti lagi dengan kamera yang lain.
Begitu seterusnya bergantian. Bang Safri pun nges-ngosan, hehehehe.
Kemudian kami baru melanjutkan perjalanan berkeliling Kota Klang yang
sangat seronok. Sebab banyak bangunan dan tempat-tempat bernilai
sejarah. Di antara yang kami singgahi Stasiun Kareta Api Klang, yang sudah berdiri sejak 1890 silam. Menariknya sampai sekarang masih terawat dan beroperasi.
![]() |
Stasiun Kareta Api Klang |
![]() |
Tertib Antrean di Stasiun Kareta Api Klang |
Kami juga sempat singgah sejenak di Kantor Pemadam Kebakaran kota setempat. Dari situ berlanjut ke Kuil Sri Nagara Thendayuthapani, sebuah rumah ibadah bagi penganut hindu, yang didominasi etnis India.
Kuil Sri Nagara Thendayuthapani |
Selanjutnya kami juga sempat foto-foto di jembatan dua tingkat. Jembatan
ini tergolong unik. Bagian atas untuk lalu lintas kendaraan mobil dan
jalur bawah khusus untuk sepeda motor. Jembatan ini melintasi Sungai
Klang dan disebut-sebut sudah dibangun sejak 1908 silam.
Dalam kesempatan siang itu, kami juga singgah di Rumah Berhala Kuan Yin Temple
Klang, sebuah rumah ibadah bagi peenganut budha di daerah Klang.
Kemudian Gereja Lady Of Lourdes, sebuah Gereja tua yang berdiri sejak
1928 dan masih digunakan untuk tempat peribadatan penganut kristiani.
Jembatan Bertingkat |
Rumah Berhala Kuan Yin Temple Klang |
Lorong menuju Rumah Berhala Kuan Yin Temple Klang |
Gereja Lady Of Lourdes |
Deretan bangunan tua masih terawat dengan baik |
Banyak kesan menarik dari rangkaian perjalanan kami siang tersebut. Saya
tidak menemukan adanya lalu lintas yang sembraut, atau kendaraan macet
di jalan-jalan raya kota Klang, seperti yang menjadi pemandangan lazim
di jalan-jalan raya di banyak kota di Indonesia.
Perilaku antrean juga saya lihat sangat tertib. Misalnya saat penumpang
yang ingin mendapatkan tiket Kareta Api di Stasiun Kareta Api Klang.
Mereka berdiri tertib dan tidak ada berdesak-desakan.
Kemudian yang membuat kagum adalah tidak adanya serakan sampah. Padahal
di pusat keramaian seperti stasiun, sangat rentan dengan sampah. Sebab
warga hilir mudik dan silih berganti berdatangan. Tapi berbeda dengan
stasiun Kareta Api Klang, sungguh nyaman dan sosial masyarakatnya
kondusif.
Begitu juga dengan jalur-jalur keramaian lainnya, seperti pusat
perbelanjaan little India, bersih dari sampah-sampah yang berserakan
tidak beratur. Praktis membuat kita nyaman untuk berjalan kaki menyusuri
jalan-jalan di pusat perbelanjaan tersebut.
Di jalur ini, kami juga menemukan banyak bangunan lama yang masih terawat dengan baik. Kondisi bangunan sengaja tidak dilakukan pemugaran, karena dinilai mengandung sejarah dan bisa menarik perhatian wisatawan.
Terlepas dari itu, yang paling menyedot perhatian saya siang itu
adalah, saat berkesempatan mengunjungi Galeri Diraja Sultan Azis, Jl
Istana, Klang, Selangor. Jika ingin mengetahui sejarah
perjalanan negeri Selangor dari tempo dulu sampai sekarang, sepertinya
Galeri Diraja Sultan Azis ini layak untuk dikunjungi.
![]() |
Gedung Galeri Diraja Sultan Azis Tampak Depan |
Poster Sultan Salahuddin Abdul Azis |
Kemudian Sultan ke V Sir Alaeddin Sulaiman Shah, Sultan ke VI Sir
Hisamuddin Alam Shah Al-Haj, Sultan ke VII Musa Ghiatuddin Riayat Shah,
Sultan ke VIII Salahuddin Abdul Azis Shah Al-Haj dan terakhir Sultan ke
IX Sharafuddin Idris Sah Al-Haj, yang berkuasa sejak 2001 sampai
sekarang.
Bersama Petugas Jaga Galeri Diraja Sultan Azis |
Meja Kerja Peninggalan Sultan Selangor |
Nonton Film Dokumenter Sultan Selangor |
Poster Mantan Presiden RI, Gusdur bersama Sultan Salahuddin Abdul Azis |
Bahkan di satu ruangan, terlihat foto Megawati dan suaminya Taufik
Kiemas saat menjabat Presiden Republik Indonesia bersama Sultan
Salahuddin Abdul Azis Shah Al-Haj, yang menjabat sebagai sultan Selangor
kedelapan yang jabatannya sudah berakhir 2001 lalu.
Tak hanya Megawati, foto almarhum Mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid,
atau Gusdur juga ada bersama istri, Sinta Nuriyah. Keduanya juga
terlihat berfoto bersama Sultan Salahuddin Abdul Azis Shah Al-Haj.
Menariknya, foto kedua tokoh nasional Indonesia itu dipajang dalam
ukuran besar yang tertempel di salah satu dinding ruangan musium. Bangga
juga lihat ada foto tokoh nasional kita di sana.
Ini bukti hubungan dua negara serumpun ini sangatlah erat. Dalam kesempatan itu, kami juga sempat di suguhkan tontotan film dokumenter yang mengupas sejarah Sultan Abdul Azis di studio mini yang terdapat di gedung galeri tersebut.
Wah, pokoknya sangat berkesan sekali melihat-lihat semua galeri yang terdapat di musium ini. Lengkap dan tertata rapi. Semuanya terdokumentasi dengan sangat baik sekali. Sarat informatif dan inspiratif.
Kami juga diberi kesempatan untuk berfoto-foto ria. Padahal sesungguhnya dilarang. Tapi untuk peserta My Selangor Story 2013, mendapat pengecualian dan hak istimewa, yakni boleh jepret-jepretan. Asyik. (*)
NEXT...
- Bagian 2: Sunway Lagoon Mengundang Decak Kagum
- Day 1 MSS2013 : Indahnya Kota Klang dari Ketinggian Premiere Hotel
- Day 2 MSS2013 : Seronoknya Jalan-jalan di Kota Klang
Sambungan (Sunway Lagoon Mengundang Decak Kagum)
- Day 3 MSS2013 : Wisatawan Dunia Ikut Berdesak-desakan di Acara Thaipusam
Sambungan (Bermalam di Resort Mewah Golden Palm Tree)
- Day 4 MSS2013 : Cendol Bakar dan Bukit Malawati yang Mengesankan
Sambungan (Kelip-kelip 'Ajaib' di Kampung Kuantan)
- Day 5 MSS2013 : Berakhir di Vivatel dan Kenanga Wholesale City
wah foto fotonya menarik mas.
BalasHapustrims informasinya
salam manis dri Jember
suun kang imam, wis mampir....salam kembali dari Pekanbaru...
Hapusklu kang titik yg jepret...wah, pasti okey sekali, sebab sudah ahli...oleh2nya baru bisa kirim tulisan kang...hehehe
BalasHapusBeruntung sekali bisa menikmati keindahan negeri orang, apalagi for free. hehe...
BalasHapusEhm, terlihat bersih banget ya kotanya, Mas...
Alhamdulillah mbak...dapat rezeki bisa berangkat...:)
Hapuswahh bang.. jurnalis banget nih tulisannya seruuuu :D
BalasHapusbtw mirip ya bang ama pak penjaganya hahaha..
keknya kakak adik...sudah lama g ketemu dan akhirnya ketemuan di musium DIraja Sultan Azis...hehehe
HapusEnaknya jalan2 gratis ke negeri sebrang... Selamat ya bang... Liat foto2nya memang oke2...
BalasHapusterima kasih ya niken....enak dan melelahkan...:)
BalasHapusgak sempet ikut rombongan saat ke jembatan
BalasHapuskarena saya kira itu hanya jembatan biasa -.-
jadi nunggu di bus aja hlga?
Hapus